Aspal Emulsi

Aspal emulsi adalah campuran dari aspal minyak (petroleum bitumen), air dan zat kimia yang disebut emulsifier. Aspal yang merupakan keluarga minyak bisa bercampur dengan air dengan bantuan emulsifier melalui proses emulsifikasi. Pada proses emulsifikasi, aspal dijadikan butiran yang sangat kecil (0,1 – 20 mikron) dan diberi muatan listrik statis oleh emulsifier. Akibat adanya muatan listrik ini, terjadi gaya saling tolak antara butiran aspal (asphalt droplets) sehingga aspal tersebar secara merata dalam media air dan menjadi emulsi. Gaya saling tolak ini cukup stabil sehingga aspal tidak menyatu kembali. Seluruh proses ini terjadi dalam alat yang disebut “Colloid Mill”. Pemilihan aspal, jenis emulsifier dan colliod mill sangat mempengaruhi mutu aspal emulsi yang dihasilkan.

Jenis Aspal Emulsi

Secara umum ada tiga jenis aspal emulsi yaitu jenis Anionik, Kationik dan Non-Ionik. Yang paling umum digunakan dalam konstruksi jalan adalah jenis Kationik karena adaptasinya yang sangat baik untuk berbagai jenis batuan. Dari tiga jenis aspal emulsi di atas, aspal emulsi diklasifikasikan lagi berdasarkan kecepatan terpisahnya aspal dengan air yaitu, Rapid Setting, Medium Setting dan Slow Setting.

Untuk jenis Kationik, Aspal emulsi terbagi menjadi Cationic Rapid Setting (CRS), Cationilc Medium Setting (CMS) dan Cationic Slow Setting (CSS).

PT. IZZA SARANA KARSA memproduksi berbagai jenis aspal emulsi di atas sesuai dengan standard mutu Kementerian Pekerjaan Umum dan stadard ASTM/AASHTO.

IZZA juga melayani pembuatan aspal emulsi khusus (customized/tailor made). Pengertian customized di sini adalah disesuaikan dengan aplikasi dan jenis batuan pada lokasi pekerjaan sehingga akan didapatkan hasil yang maksimal. Contoh aplikasi aspal emulsi khusus ini adalah untuk aplikasi SAND BASE pada proyek penelitian SAND BASE di Kabupaten Sukamara Kalimantan Tengah oleh Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan Kemeterian Pekerjaan Umum danĀ  untuk aplikasi PRIME COAT di Kalimantan Timur